Skip to Content

Category Archives: News

Djafa Perkuat Layanan Ground Handling untuk Bantuan Kemanusiaan di Aceh dan Sumatera Utara

djafa ground handling-1

Lhokseumawe, 5 Desember 2025 — Bencana banjir dan longsor besar yang terjadi pada akhir November 2025 di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara telah mengakibatkan kerusakan masif, menutup akses jalan darat, serta menelan korban jiwa. Situasi darurat ini mengharuskan pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan sektor swasta mengalihkan jalur distribusi bantuan melalui angkutan udara sebagai satu-satunya akses yang dapat diandalkan untuk mempercepat penyaluran logistik.

Lonjakan pergerakan pesawat dan helikopter terjadi di berbagai bandara yang masih beroperasi, termasuk Bandar Udara Malikussaleh – Lhokseumawe, yang menjadi salah satu titik strategis untuk menerima dan mengirim bantuan. Dalam kondisi ini, PT. Djafa Anugrah Pratama (Djafa) sebagai penyedia layanan ground handling di bandara tersebut, mengambil peran penting dalam memastikan operasional penerbangan bantuan berjalan lancar.

Djafa Maksimalkan Penanganan Pesawat Bantuan di Bandara Malikussaleh

Sebagai penyedia jasa pelayanan darat pesawat udara, Djafa menerima berbagai pemberitahuan kedatangan pesawat bantuan dari operator maskapai dan helikopter. Sejak hari pertama tanggap darurat, Djafa:

  • Melakukan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, otoritas bandara, AirNav, dan instansi terkait.
  • Mengatur pergerakan pesawat, kru, penumpang, serta memastikan alur apron berjalan aman dan efisien.
  • Menangani unloading logistik bantuan, pengamanan, hingga serah terima kepada tim distribusi darat.
  • Menjalankan operasional 24 jam penuh, menyesuaikan dinamika misi kemanusiaan yang meningkat setiap hari.

Langkah cepat dan terukur ini memberikan dukungan signifikan bagi kelancaran pengiriman bantuan ke wilayah-wilayah yang terisolasi.

djafa ground handling aceh

Operator Helikopter Intensif Berkomunikasi untuk Misi Kemanusiaan

Mulai 1 Desember 2025, berbagai operator helikopter yang mengemban Humanity Mission ke daerah bencana secara aktif berkomunikasi dengan Djafa untuk mengoordinasikan pendaratan, pengisian bahan bakar, hingga distribusi logistik.

Beberapa operator tersebut meliputi:

  • Derazona Air Service
  • Indonesia Air Transport (IAT)
  • White Sky Aviation (WSA)
  • Serta operator lainnya yang turut mengoperasikan helikopter ke wilayah bencana.

Frekuensi penerbangan helikopter meningkat secara signifikan karena jalur udara menjadi satu-satunya akses menuju daerah yang masih terisolasi akibat longsor dan banjir besar.

Tantangan Avtur Akibat Putusnya Akses Darat

Kerusakan berat pada jaringan jalan di Aceh dan Sumatera Utara berdampak langsung pada terganggunya pasokan bahan bakar avtur ke bandara. Keterbatasan pasokan ini berimbas pada:

  • Pembatasan operasional helikopter,
  • Prioritas ulang jadwal penerbangan,
  • Perlunya koordinasi lebih ketat antara operator dan pengelola bandara.

Djafa berperan dalam mendukung pengaturan pergerakan di apron dan membantu memastikan setiap helikopter yang beroperasi dapat bergerak sesuai prioritas kemanusiaan.

Pelajaran Berharga dari Lapangan

Situasi darurat ini memberikan banyak pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat. Di tengah tantangan infrastruktur, semua entitas—pemerintah, TNI/Polri, relawan, operator penerbangan, dan sektor swasta—telah menunjukkan komitmen luar biasa untuk memastikan bantuan tetap tersalurkan tepat waktu.

PT. Djafa Anugrah Pratama mencatat bahwa kerja sama dan koordinasi antar-stakeholder merupakan faktor utama keberhasilan operasi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Harapan dan Komitmen Djafa

PT. Djafa Anugrah Pratama menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja siang malam dalam proses penanganan bencana ini. Perusahaan berharap:

  • Seluruh bantuan dapat mencapai sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
  • Setiap petugas, relawan, dan pihak terkait senantiasa diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
  • Infrastruktur transportasi darat dan udara segera pulih sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Djafa berkomitmen untuk terus mendukung upaya kemanusiaan melalui pelayanan ground handling profesional serta koordinasi operasional yang responsif di lapangan.[]

0 0 Continue Reading →

Bencana Aceh, Djafa Siap Distribusi Bantuan Lewat Jasa Ground Handling LSW

DJAFA |  Upaya percepatan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh terus dilakukan secara terkoordinasi melalui dukungan layanan profesional di sektor transportasi darat dan udara. Dua entitas yang berperan penting dalam kelancaran arus bantuan tersebut adalah Ground Handling LSW (Bandara Malikus Saleh) dan PT. Djafa Anugrah Pratama, penyedia layanan handling logistik darat dan udara.

Bencana yang melanda sejumlah wilayah Aceh menyebabkan terhambatnya akses darat dan meningkatnya kebutuhan akan distribusi bantuan dengan standar penanganan yang cepat, aman, dan efisien. Berbagai lembaga kemanusiaan, pemerintah, serta operator transportasi berkolaborasi untuk memastikan setiap bantuan tiba tepat waktu di wilayah terdampak seperti Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Ground Handling LSW Siap Tangani Pesawat Charter Pembawa Bantuan

Sebagai pintu masuk utama distribusi bantuan melalui udara, Ground Handling LSW di Bandara Malikus Saleh menegaskan kesiapan penuh dalam menangani kedatangan pesawat—baik komersial maupun pesawat charter—yang membawa bantuan kemanusiaan ke Aceh.

Layanan yang disiapkan meliputi:

  • All handling pesawat yang terkait dengan penyaluran bantuan bencana,
  • Ground support equipment (GSE) untuk operasional safely & efficiently,
  • Unloading dan transfer cepat kargo bantuan menuju area distribusi darat,
  • Koordinasi langsung dengan lembaga pengirim dan pihak logistik penerima.

Kesiapan ini memastikan bahwa setiap pengiriman bantuan dapat diterima, diproses, dan disalurkan dalam waktu singkat tanpa menghambat operasional penerbangan lainnya.

PT. Djafa Anugrah Pratama: Penguatan Distribusi Bantuan Melalui Jalur Darat

Setelah bantuan diterima di bandara, tahapan berikutnya adalah pendistribusian menuju titik-titik penyaluran dan posko bencana. PT. Djafa Anugrah Pratama, perusahaan handling dan logistik nasional, mengambil peran inti dalam pengelolaan proses tersebut.

Djafa dikenal melalui layanan profesional di bidang:

  • Ground handling dan cargo handling,
  • Distribusi logistik melalui jalur darat,
  • Warehousing dan manajemen barang,
  • SDM operasional yang terlatih dan berpengalaman.

Dalam situasi darurat seperti bencana Aceh, Djafa menyediakan layanan handling darat yang memastikan:

  1. Penerimaan dan pengecekan barang bantuan secara sistematis,
  2. Penyortiran dan penataan logistik sesuai prioritas kebutuhan,
  3. Pengiriman bantuan melalui jalur darat menuju Lhokseumawe, Aceh Utara, serta wilayah lain yang masih dapat dijangkau,
  4. Koordinasi intensif dengan ground handling LSW dan lembaga penyalur.

Dengan dukungan armada dan tim profesional, Djafa berkontribusi pada percepatan distribusi bantuan hingga ke titik-titik terdampak yang aksesnya mulai pulih.

Sinergi Layanan Udara dan Darat Percepat Pemulihan Aceh

Kolaborasi antara Ground Handling LSW dan PT. Djafa Anugrah Pratama membentuk rantai distribusi terpadu:

  1. Pesawat tiba membawa bantuan → ditangani LSW,
  2. Barang diserahkan ke tim logistik darat → dikelola Djafa,
  3. Distribusi diteruskan ke wilayah terdampak melalui jalur darat.

Sinergi ini memungkinkan bantuan mengalir lebih cepat, stabil, dan terukur sehingga kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan harian dapat segera diterima oleh masyarakat terdampak.

Dengan intensitas bencana yang cukup besar dan cakupan wilayah terdampak yang luas, kehadiran layanan handling profesional menjadi elemen penting dalam keberhasilan operasi kemanusiaan. Ground Handling LSW dan PT. Djafa Anugrah Pratama menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat pemulihan di Aceh.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan logistik serta meningkatkan respons kebencanaan secara menyeluruh di wilayah Aceh.[]

0 0 Continue Reading →

HUT Ke-5 PT Djafa Anugrah Pratama Gelar Buka Puasa Bersama Karyawan 

DJAFA | Suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan menyelimuti acara buka bersama yang diselenggarakan oleh PT Djafa Anugrah Pratama (DAP). Acara ini tidak hanya menjadi momen spesial bagi seluruh staf dan karyawan untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga sekaligus perayaan ulang tahun perusahaan yang ke-5, pada Kamis 20 Maret 2025.

PT. Djafa Anugrah Pratama (DAP), salah satu perusahaan penyedia jasa kebandarudaraan terkemuka di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, merayakan ulang tahun ke-5 dengan penuh semangat dan kebersamaan. Perayaan ini turut dimeriahkan dengan acara buka bersama seluruh staf dan karyawan sebagai bentuk syukur atas perjalanan perusahaan selama lima tahun terakhir.

Didirikan pada tahun 2020, DAP hadir untuk menjawab tantangan dan peluang dalam industri kebandarudaraan yang berkembang pesat di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan meningkatkan kontribusi dalam industri penerbangan tanah air.

Refleksi Lima Tahun Perjalanan DAP

Dalam sambutannya, Komisaris PT. Djafa Anugrah Pratama, Denny Kurnia, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh stakeholder, karyawan, serta mitra kerja yang telah berkontribusi dalam perjalanan perusahaan. Ia menegaskan bahwa lima tahun pertama ini merupakan tonggak penting dalam membangun DAP sebagai perusahaan leading company di bidang jasa kebandarudaraan.

“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena diberikan kekuatan untuk bertahan dan tetap melanjutkan usaha, terutama setelah melewati tantangan besar akibat pandemi Covid-19. Kini, setelah melewati badai tersebut, saatnya kita kembali berjuang untuk mencapai pertumbuhan yang lebih signifikan demi kesejahteraan seluruh Insan DAP,” ujar Denny Kurnia.

Komitmen DAP ke Depan

Dalam perjalanannya, DAP memahami bahwa keberhasilan ini bukanlah hal yang mudah. Denny menekankan pentingnya keberanian, semangat, dan ketekunan dalam mencapai tujuan perusahaan yang sebesar-besarnya ditujukan untuk kesejahteraan seluruh stakeholder. Ia juga mengajak seluruh karyawan untuk terus menjaga standar pelayanan terbaik kepada para mitra kerja DAP.

“Kita harus terus menanamkan tekad dalam diri kita untuk memberikan standar pelayanan dan kualitas tertinggi. Dengan semangat kebersamaan, kita yakin DAP dapat terus berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan lebih baik di masa mendatang,” tambahnya.

Buka Bersama Sebagai Wujud Kebersamaan

Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun, DAP juga menggelar acara buka puasa bersama seluruh staf dan karyawan. Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam lingkungan kerja.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih dari lubuk hati terdalam kepada seluruh Insan DAP dan Mitra Kerja yang telah memberikan kepercayaan kepada kami. Insya Allah, DAP akan terus bertumbuh dan meningkatkan kualitas pelayanan demi kepuasan seluruh mitra kerja,” tutup Denny Kurnia.

Perayaan ulang tahun ke-5 ini menjadi momentum bagi PT. Djafa Anugrah Pratama untuk terus maju dan berinovasi, seiring dengan komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi terbaik bagi industri kebandarudaraan Indonesia.

Selamat ulang tahun yang ke-5, PT Djafa Anugrah Pratama! Semoga semakin sukses dan berjaya di masa depan.[]

 

0 0 Continue Reading →

Mau Tahu Perbedaan Kargo dan Logistik? Ini Ulasannya

DJAFA | Seringkali kita mendengar istilah “kargo” dan “logistik” digunakan secara bergantian. Meskipun keduanya berkaitan dengan pengiriman barang, sebenarnya terdapat perbedaan yang mendasar. Memahami perbedaan ini penting untuk memahami alur rantai pasokan yang lebih luas dan kompleks.

Kargo: Barang yang Diangkut

Kargo, dalam konteks ini, merujuk pada barang fisik yang diangkut. Ini bisa berupa produk jadi, bahan baku, atau bahkan barang pribadi. Kargo bisa diangkut melalui berbagai moda transportasi seperti truk, kereta api, kapal laut, atau pesawat terbang.

Logistik: Manajemen Pergerakan Barang

Logistik, di sisi lain, merupakan proses perencanaan, implementasi, dan kontrol alur barang, jasa, dan informasi terkait dari titik asal hingga titik tujuan. Ini mencakup berbagai aspek mulai dari:

  • Perencanaan rute dan pengiriman: Menentukan jalur pengiriman yang paling efisien dan ekonomis.
  • Pengelolaan persediaan: Memastikan ketersediaan barang yang cukup di setiap titik dalam rantai pasokan.
  • Pengadaan dan pengolahan: Memilih pemasok terbaik, mengelola proses pembelian, dan mengelola inventaris.
  • Pengiriman dan distribusi: Memilih moda transportasi yang tepat, mengatur jadwal pengiriman, dan memastikan barang sampai tepat waktu dan dalam kondisi baik.
  • Manajemen gudang: Mengelola ruang penyimpanan, mengatur tata letak, dan memastikan efisiensi penyimpanan.
  • Pemrosesan pesanan: Melakukan pemesanan, pengemasan, dan pengiriman pesanan dengan cepat dan akurat.
  • Pengemasan dan penanganan: Memastikan barang dikemas dengan aman dan sesuai standar untuk menghindari kerusakan selama transportasi.
  • Manajemen risiko: Mengidentifikasi dan meminimalkan potensi risiko seperti kerusakan, penundaan, dan kehilangan barang.
  • Manajemen informasi: Memanfaatkan data dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam rantai pasokan.

Logistik: Lebih dari Sekadar Pengiriman

Jika kargo adalah “badan” dari sistem rantai pasokan, maka logistik adalah “otak” yang mengendalikan setiap gerakan. Logistik bekerja untuk memastikan bahwa barang diangkut dengan cara yang paling efisien, ekonomis, dan aman. Ini melibatkan perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, dan penggunaan teknologi yang tepat.

Contoh Perbedaan dalam Praktek

Bayangkan Anda ingin mengirimkan paket berisi pakaian dari Jakarta ke Surabaya.

  • Kargo: Paket pakaian itu sendiri merupakan kargo yang akan diangkut.
  • Logistik: Proses keseluruhan, termasuk menentukan moda transportasi (truk, pesawat, dll.), memilih jalur pengiriman yang paling cepat, memastikan pengemasan yang aman, melacak perjalanan paket, dan memastikan paket sampai dengan selamat ke penerima adalah bagian dari logistik.

Memahami perbedaan antara kargo dan logistik sangat penting dalam memahami kompleksitas rantai pasokan. Kargo merupakan barang yang diangkut, sedangkan logistik adalah proses yang mengatur alur pergerakan barang tersebut.[]

0 Continue Reading →

Barang Terlarang dalam Logistik, Apa Saja Risiko dan Aturannya

DJAFA | Dalam dunia logistik, keamanan dan kepatuhan terhadap peraturan menjadi hal yang sangat penting. Setiap pengiriman harus memenuhi standar tertentu untuk memastikan kelancaran dan mencegah masalah hukum.

Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah barang terlarang, yaitu barang-barang yang dilarang untuk dikirimkan melalui jalur logistik karena berbagai alasan, mulai dari keamanan hingga etika.

Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai barang-barang terlarang dalam logistik, fokus pada jenis-jenis barang yang dilarang, alasan pelarangan, serta konsekuensi hukum yang mungkin dihadapi jika terjadi pelanggaran.

Jenis Barang Terlarang

Secara umum, barang terlarang dalam logistik dibagi menjadi beberapa kategori:

  • Barang Berbahaya: Merupakan kelompok barang yang memiliki potensi bahaya tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan atau cedera jika tidak ditangani dengan benar. Contohnya:
    • Bahan peledak
    • Bahan kimia berbahaya
    • Bahan radioaktif
    • Gas beracun
    • Cairan mudah terbakar
  • Barang Senjata dan Militer: Barang-barang ini memiliki potensi bahaya serius dan dapat digunakan untuk tujuan ilegal. Contohnya:
    • Senjata api
    • Amunisi
    • Peralatan militer
    • Peralatan peperangan
  • Barang Ilegal: Barang-barang ini dilarang berdasarkan hukum dan dapat menyebabkan masalah hukum serius. Contohnya:
    • Narkoba
    • Obat-obatan terlarang
    • Hewan dan tumbuhan dilindungi
    • Barang palsu
    • Barang curian
  • Barang yang Dilarang Karena Alasan Etika: Kategori ini mencakup barang yang dapat dianggap tidak pantas atau tidak sesuai dengan nilai moral dan etika. Contohnya:
    • Barang porno
    • Barang berbau busuk
    • Barang yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan
  • Barang yang Dilarang karena Alasan Kesehatan dan Keamanan: Kategori ini mencakup barang yang memiliki potensi bahaya bagi kesehatan atau keselamatan manusia. Contohnya:
    • Barang biologis berbahaya
    • Barang yang mudah busuk
    • Barang yang mengandung bakteri atau virus

Alasan Pelarangan

Terdapat berbagai alasan mengapa barang-barang tertentu dilarang dalam logistik:

  • Keamanan: Barang berbahaya memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan dan cedera serius, baik bagi pekerja logistik, lingkungan, maupun penerima barang.
  • Hukum: Barang ilegal dilarang oleh hukum dan pengirimannya dapat menyebabkan masalah hukum serius bagi pengirim, penerima, dan perusahaan logistik.
  • Etika: Barang yang dilarang karena alasan etika dapat menimbulkan kontroversi dan berdampak negatif terhadap citra perusahaan logistik.
  • Kesehatan dan Keamanan: Barang yang dilarang karena alasan kesehatan dan keamanan memiliki potensi bahaya bagi kesehatan dan keselamatan manusia.

Konsekuensi Hukum

Jika terjadi pelanggaran pengiriman barang terlarang, maka pihak terkait dapat menghadapi konsekuensi hukum yang serius, termasuk:

  • Denda: Pengirim, penerima, dan perusahaan logistik dapat dikenai denda yang sangat besar.
  • Penjara: Dalam kasus-kasus yang melibatkan barang ilegal atau berbahaya, pihak terkait dapat menghadapi hukuman penjara.
  • Kerugian Reputasi: Pelanggaran pengiriman barang terlarang dapat merusak reputasi perusahaan logistik dan menyebabkan hilangnya pelanggan.
  • Tuntutan Hukum: Pengirim, penerima, dan perusahaan logistik dapat menghadapi tuntutan hukum dari pihak yang dirugikan akibat pelanggaran pengiriman barang terlarang.

Solusi dan Pencegahan

Untuk mencegah pengiriman barang terlarang, perusahaan logistik perlu melakukan beberapa langkah:

  • Menerapkan Sistem Screening: Perusahaan logistik harus menerapkan sistem screening yang ketat untuk memeriksa semua barang yang akan dikirimkan.
  • Memberikan Pelatihan kepada Karyawan: Karyawan harus diberikan pelatihan mengenai identifikasi barang terlarang dan prosedur yang harus diikuti.
  • Kerjasama dengan Pihak Berwenang: Perusahaan logistik harus bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mencegah pengiriman barang terlarang.
  • Membangun Sistem Pelacakan yang Baik: Sistem pelacakan yang baik dapat membantu melacak pergerakan barang dan mencegah pengiriman barang terlarang.

Pengiriman barang terlarang merupakan masalah serius yang dapat berdampak buruk bagi berbagai pihak. Untuk menghindari masalah ini, perusahaan logistik harus memahami peraturan dan ketentuan yang berlaku, menerapkan sistem screening yang ketat, dan bekerja sama dengan pihak berwenang.

Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa kegiatan logistik berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.[]

0 Continue Reading →